Selama puluhan tahun bergelut di bidang kalibrasi, sampai detik ini
rasanya belum nampak sinergi yang baik antar laboratorium kalibrasi di
Indonesia. Konsep jaringan nasional yang dibentuk atas inisiatif para
petinggi di KAN – BSN ternyata belum memberikan banyak manfaat riil bagi
para anggotanya.
Dalam lingkup kecil dan sporadis, Laboratorium
tempat saya bekerja memang sempat mengadakan kerjasama dengan lab
kalibrasi yang kebetulan memiliki bidang kerja yang berbeda. Lab saya
berada di jalur elektrikal, sedangkan lab tandem tersebut berada di
jalur mekanikal. Kerjasama ini cenderung mengarah ke kerjasama
pemasaran. Sederhananya, jika ada calon kastamer membutuhkan kalibrasi
alat ukur mekanik dan elektrik sekaligus kepada lab saya, maka staf
marketing di lab saya berkewajiban merekomendasikan layanan kalibrasi
mekanik kepada lab tandem. Dan sebaliknya juga begitu. Dan bisa saja
suatu waktu kedua lab membentuk satu tim kalibrasi untuk kalibrasi
on-site.
Walaupun ternyata tidak terlalu berhasil dalam
realisasinya, kerjasama ini memberikan pengalaman dan pelajaran terutama
bagi manajemen lab kalibrasi, ternyata tidak mudah juga untuk “berbagi”
di dalam peta persaingan layanan kalibrasi komersial. Perlu ada
prosedur yang jelas dan mungkin harus mengikat beberapa belah pihak
untuk menjalankan peran sinergi yang disepakati, dan itu harus sudah
dalam level operasional, tidak hanya di atas perjanjian kerjasama saja.
Evaluasi secara periodik mungkin perlu dibuat untuk bisa menuangkan
strategi-strategi lanjutan sesuai dengan apa yang sudah terjadi selama
kurun waktu tertentu di lapangan, dan bahkan akhirnya menentukan
tindakan berikutnya apakah kerjasama tersebut patut dilanjutkan atau
dihentikan saja karena memang tidak memberi manfaat apa-apa.
Kamis, 08 Maret 2012
Sinergi Lab Kalibrasi
Label:
alat kesehatan,
kalibrasi
Langganan:
Komentar (Atom)


